AndroidInformatika

Koding di Android, Rasa Nano-Nano.

Pernah merasakan Nano-Nano ? kalau pernah berarti kita seumuran. hehehe. Permen nano-nano manis asam asin, ramai rasanya kan, Ya seperti itu juga yang penulis sendiri rasakan saat mulai hijrah untuk belajar programming android, tidak semudah membuat aplikasi Web.
Dalam proses pembuatan aplikasi web, ada beberapa bahasa yang kita perlu tahu diantaranya html, css, javascript/jquery, serta back-end nya seperti PHP.  Banyak juga ya ? tapi itu tidak sesulit yang dibayangkan, mungkin dikarenakan banyak tutorial/kode yang sudah beredar di Internet sesuai dengan tugas yang ingin kita buat. Lain halnya dengan pemrograman mobile. But wait, tulisan ini bukan maksud menakut-nakuti yah, hanya sekedar sharing perbandingan rasa antara aku, kamu (web) dan dia (android), hallaah.. ok lanjut.
Untuk pemrograman mobile sendiri, bahasa yang digunakan adalah Java. Bahasa ini pun bisa dibilang bahasa pemrograman yang perlu sedikit usaha keras dibanding PHP untuk memahaminya, atau mungkin penulis yang sedikit lola, hehe. Dari segi bahasa, tidak lupa juga dari segi interface sebuah aplikasi mobile, tidaklah semudah mendesign aplikasi web, kenapa ? Pertama, perangkat mobile layar/pixelnya berbeda dengan perangkat pc/laptop, dan itu berbeda antara merek mobile yang satu dan yang lainnya, user yang satu dan lainnya jelas memiliki Smart Phone dengan merek yang berbeda-beda. Sehingga faktor inilah yang perlu diperhatikan saat mendesign sebuah interface aplikasi mobile. Kedua, RAM/media penyimpan yang dimiliki smartphone jelaslah berbeda dengan PC/Laptop, sehingga tidak bisa seenaknya kita memasang gambar pada aplikasi mobile hanya karena ingin terlihat keren, walaupun ramai seperti rumah susun di ibukota, hehe. Kita perlu memperhatikan ukuran gambar juga apakah perlu/penting untuk memasangnya, jika tidak, maka sebaiknya jangan.
Selanjutnya adalah fungsi dari aplikasi itu sendiri, ada beberapa fungsi yang kita perlu membuat sebuah kondisi dimana fungsi tersebut tetap berjalan pada versi Android tertentu, di web pun biasanya demikian, mengkondisikan untuk pengguna dengan web browser tertentu, tapi kebanyakan programmer hanya perlu meminta user untuk menggunakan browser yang support aplikasi tersebut. Beda hal dengan mobile, tidak mungkin programmer meminta untuk membeli HP yang support dengan aplikasi nya, hehe.
Versi android yang terus semakin berkembang. Keadaan tersebut bagi programmer mobile menjadi salah satu hal yang harus dikejar, dikhawatirkan kemungkinan  ada beberapa kode yang telah dibuat, harus mengalami perubahan mengikuti versi android terbaru.
Testing aplikasi, untuk web/desktop tidak mengalami banyak kesulitan, testingnya hanya mencoba memastikan setiap fungsi di aplikasi tersebut berjalan dengan baik, tapi tidak halnya di android, kita perlu mencoba pada beberapa perangkat, untuk melihat interfacenya serta fungsinya, mengingat pengguna android menggunakan merek HP yang berbeda-beda.
Demikian cerita pengalaman koding di android yang rasanya nano-nano, semoga tulisan ini bukan menambah rasa takut untuk mencoba menjadi android developer yah.

Share:

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *