Informatika

Phone, City, People, Smart kah ?

Tulisan kali ini akan sedikit membahas mengenai 3 aspek yang biasanya dikaitkan dengan kata smart, SmartPhone, SmartCity dan SmartPeople. Mari kita memulai dengan Smart Phone.

Smart Phone

Ponsel cerdas mulai dipasarkan pada tahun 1993. Teknologi buatan IBM pada tahun 1992 ini pertama dinamakan bukan ponsel cerdas akan tetapi Simon. Tidak ada kriteria atau standar baku dari pabrik untuk mengartikan apa itu ponsel cerdas, sehingga bila ada cewek-cewek milenial yang mengartikan ponsel cerdas ialah yang cameranya jahat, itu bisa juga. Potensi pasar smartphone  ini menjadi hal yang dilirik oleh para pebisnis maupun developer untuk terus mengembangkan teknologi satu ini. Di tahun 2018 pengiriman smartphone ke Indonesia mencapai 9.4 juta unit, bukan angka yang sedikit bukan ? tentu saja, kita bisa lihat sekeliling kita, bahkan anak TK (bukan Teknik Komputer) pun sudah bisa memiliki smartphone sendiri.

Smart City

Saat ini beberapa kota di Indonesia sudah mulai menerapkan konsep Smart City, yaitu Jakarta, Surabaya. Apa itu Smart city, ialah penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola kota sehari-hari. Di negara kita masih dibilang cukup sulit untuk menerapkan konsep ini, salah satu faktornya adalah infrastruktur, akan tetapi tidak mesti jadi penghambat, karena untuk era milenial ini kemajuan suatu kota bisa dilihat sejauh mana penerapan teknologi dan informasinya.

Smart People

Dari kedua hal yang telah diuraikan, bagian ini adalah penentunya, kenapa ? karena manusia lah yang menggunakan teknologi dan konsep tersebut. Diharapkan adanya smartphone dapat menunjak kemampuan individu dalam hal wawasan ataupun proses belajarnya, kemudian untuk smartcity pun ditunjak oleh smartpeople.

Kita bisa melihat dari laporan tersebut, Internet yang mudah diakses banyak digunakan untuk  media social, berupa update status, ber-tweet ria, chatt, dll. Sedikit dari mereka yang mempunyai akun blog atau youtube yang bisa membuat content-content yang bermanfaat. Bila tidak percaya, silahkan survei saja, lihat berapa banyak Mahasiswa IT yang memiliki blog, youtube, atau karyanya di dunia Internet ? bila sedikit, itu tandanya mereka sibuk jangan berpikir yang lain-lain, hehe.

Dan dari sudut perekenomian populasi pesatnya internet tersebut potensi menaikkan pertumbuhan ekonomi, dengan munculnya berbagai macam start-up, e-commerce, dan  bisnis lainnya yang berbasis internet. Semoga mengurangi pengangguran dan hutang negara lunas yah, semoga.. hehe.

Akhir dari halaman ini, sudahkah bisa terjawab, Smart kah ?

Sumber :
https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/02/08/berapa-pengguna-media-sosial-indonesia

 

Share:

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *